Tugas Elektronika Industri
dedicated to Mr. Budi
By Rizki F.A (13406151)
‘Electrical shock a.k.a Kesetrum’
Kesetrum itu apa???
Listrik (arus listrik) dapat mengalir karena adanya perbedaan tegangan listrik sehingga terjadilah suatu arus listrik. Jika manusia menyentuh kabel listrik maka manusia tersebut akan kesetrum apabila kakinya menyentuh tanah,karena tanah dapat berfungsi sebagai ground sehingga terjadilah perbedaan tegangan sehingga listrik mengalir dengan penghantar tubuh manusia tersebut. Demikianlah konsep kejadian kesetrum yang biasa terjadi pada manusia.
Definisi lain yaitu :
‘Electricity shocks us, because it is an outside force that interferes with the internal electricity our bodies’ nervous systems generate’ (sumber : tulisan berjudul Why do we get a shock from electricity?)
Selain itu kejadian kesetrum juga dapat terjadi dari efek static electricity. Static electricity berasal dari sebuah atom, sebuah atom terdiri dari :
- protons (say: pro-tahnz), memiliki muatan positif
- electrons (say: ih-lek-trahnz), memiliki muatan negatif
- neutrons (say: noo-trahns), tidak memiliki muatan
Pada umumnya atom memiliki jumlah proton dan elektron yang sama, sehingga ataom memiliki muatan netral. Static electricity terjadi ketika jumlah proton dan elektron tidak lagi sama, sehinnga elektron dapat ‘meloncat’ atau pindah ke benda lain.
Berikut adalah salah satu contoh proses kejadian kesetrum dari sebuah situs (sumber : tulisan berjudul Why do we get a shock from electricity?) :
Beware of Conductors!
Have you ever been “shocked” when you touched a doorknob, a car-door handle, or a water fountain?
You walk across the rug, reach for the doorknob and……….ZAP!!! You get a static shock.
If you scuff your feet on your living room rug, you pick up extra electrons and have a negative charge. Electrons move more easily through certain materials like metal, which scientists call conductors. When you touch a doorknob (or something else made of metal), which has a positive charge with few electrons, the extra electrons want to jump from you to the knob.
That tiny shock you feel is a result of the quick movement of these electrons. You can think of a shock as a river of millions of electrons flying through the air. Pretty cool, huh? Static electricity happens more often during the colder seasons because the air is usually drier, and it’s easier to build up electrons on the skin’s surface.
So, the next time you get a little shock from touching a doorknob, you’ll know that it’s just electrons jumping around. Think of it as putting a little spark in your life!
Kenapa kesetrum itu Berbahaya???
Menurut beberapa sumber, Efek yang ditimbulkan oleh sengatan listrik ke tubuh manusia adalah:
- ·kejang otot (Our muscles may twitch)
- ·nafas berhenti (problems in the nerve centers that control our breathing)
- ·denyut jantung tidak teratur (problems with our heart rhythms)
- ·luka bakar tingkat tiga
- ·kematian (death)
Dampak tersebut akan terjadi apabila tegangan listrik yang diterima tubuh terlalu tinggi.
Batas Kesetrum???
Menurut sumber dari wikipedia, batas arus yang masih bisa diterima oleh tubuh adalah 5-10 mA (milliampere) untuk DC dan 1-10 mA untuk AC pada 60 Hz. Sedangkan level tegangan antara 500-1000 volt akan dapat mengakibatkan luka bakar, terutama pada bagian dalam tubuh.
Namun, pada beberapa kasus, tegangan 16 volt saja bisa berakibat fatal, apabila langsung mempengaruhi jantung. Tegangan yang mengalir ke tubuh dipengaruhi oleh arus listrik dan lamanya arus tersebut menyerang tubuh seseorang. Sesuai hukum Ohm : Voltage = Current × Resistance, maka batas kesetrum juga diperngaruhi oleh daya tahan atau resistance tubuh seseorang. Pada umumnya, kulit yang kering bisa berfungsi sebagai resistor 100.000Ω, sedangkan kulit yang lembab atau beasah memiliki resistor 1.000 Ω.
Kesetrum AC dan DC. . . .
Direct current (DC) biasanya mengakibatkan konstraksi otot yang cukup lama, sehingga orang yang kesetrum akan terus memegang konduktor beraliran listrik, hal ini akan mengakibatkan lebih banyak jaringan otot dalam terbakar/terluka. Sedangkan Alternating current (AC), mempengaruhi kerja jantung sehingga meningkatkan resiko kerusakan saraf. Tegangan AC pada frekuensi yang tinggi akan menimbulkan berbagai resiko seperti RF burns dan kemungkinan kerusakan jaringan otot seketika tanpa rasa sakit. Tapi pada umumnya frekuensi tegangan AC yang tinggi cenderung untuk mengalir pada permukaan tubuh.
Menurut beberapa riset, kematian manusia akibat kesetrum tegangan AC berada pada range 100–250 volts, namun pada kenyatannya kematian juga pernah terjadi pada tegangan rendah 32 volts dan tegangan di atas 250 volts dapat berakibat fatal.
Jadi, pada saat kesetrum,pengaruh tegangan AC jelas lebih berbahaya bagi manusia.